DORONG USAHA MENJAHIT, KOPERASI YCAB DUKUNG ANGGOTA JADI PENGUSAHA (KISAH SUKSES IBU RUMAH TANGGA)

Melakukan dua hal berbeda secara bersamaan bukanlah hal yang mudah, terlebih bagi seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya tak luput dari memasak, mencuci, membersihkan rumah, hingga mengurus anak. Meskipun banyaknya urusan yang dikerjakan, namun hal tersebut tidak menghalangi Supitowati, Iis Komariah dan Ibu Titin menjalankan usaha guna membantu perekonomian keluarga.

Bermula dari keraguan dengan koperasi ycab, kini para ibu yang tinggal dikawasan Jelambar Baru, dan Pesing, Jakarta Barat ini mampu memiliki dan menjalakankan usaha menjahit dirumahnya.

“Pertama nerima pinjaman 1 juta, itupun harus ada 10 orang untuk bisa dapat. Kalau pembayaran angsuran kita bagus, pinjaman berikutnya akan bertambah. Terus terang, awalnya saya ragu dengan pinjaman koperasi ycab, kok ada sih yang nawar-nawarin utang ? setelah berkali-kali ditawarkan serta dijelaskan ibu Legirah (tim LO) tentang koperasi ycab dan manfaat yang akan diterima, akhirnya saya memutuskan menjadi anggota koperasi ycab sejak tahun 2011 sampai saat ini. Hasilnya, saya bisa menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi dan membuka usaha makanan dari hasil menjahit”. Tutur Supitowati.


Dengan modal pinjaman awal yang diterima, para ibu anggota koperasi ini membeli mesin jahit untuk memulai usahanya. Meskipun mulanya hanya menerima order memperbaiki pakaian, membordir, hingga mengerjakan pesanan borongan. Kini para srikandi koperasi ini berhasil membuat beberapa produk dalam perjalanan usahanya, mulai baju anak hingga gamis. Selain itu, jumlah mesin jahit yang dimiliki ikut bertambah, dan penghasilan yang didapat jauh lebih baik.

“Dulu, saya ikut kerja menjahit sama orang, kebetulan gak jauh dari rumah. Pengen punya usaha jahit sendiri tapi bingung modalnya dari mana ? mau cari pinjeman takut gak kebayar dan kebanyakan pakai jaminan. Untung tetangga ngajak gabung dikoperasi ycab, karena syaratnya gak ngeberatin, yaudah saya gabung. Pinjaman pertama langsung saya beliin satu mesin jahit untuk terima perbaikan pakaian sama borongan jahit, terus hasilnya buat makan sehari-hari, biaya anak sekolah, dan sebagiannya ditabung buat nambahanin mesin lagi. Bersyukur, pengahasilan saya sekarang dibantu sibapak ngejahit bisa 1 s/d 2 juta seminggu, dan udah punya 3 mesin jahit”. Ujar Iis Komariah.


Sedangkan menurut Titin, dengan bantuan pinjaman ini usaha jahit miliknya semakin berkembang. “Sebelumnya, saya bekerja sendiri dirumah, karena mesin jahit cuma ada satu. Waktu ada tawaran pinjaman koperasi ini saya mutusin ikut gabung untuk nambahin mesin jahit. Akhirnya, saya bisa punya dua karyawan yang kerja dirumah, terus hasil produksi saya bisa masuk ke pasar tanah abang”. Imbuh ibu berperawakan gempal dua anak ini.


Selain terbantu dan merasa tidak terbebani dengan pinjaman koperasi ycab. Supitowati, Iis Komariah dan Ibu Titin berpendapat. Garis kehidupan memang tidak bisa ditebak, tetapi bermodalkan jujur, tanggung jawab, dan tepat janji, merupakan kunci untuk sukses menjadi pengusaha dan dipercaya banyak orang.
(Sefry)


Comments

  1. Mantaf ,, persyaratan nya apa saja yah kalau mau pinjam ?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog