HUBUNGAN FOTOGRAFI DENGAN JURNALISTIK
Makalah
Disusun untuk Memenuhi Syarat Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Filsafat Ilmu Logika
Sesi 10
Sefry Diansyah
201452084

PROGRAM STUDI HUBUNGAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
JAKARTA
2015
A. Latar Belakang
Sebelum fotografi ada, semua berita disajikan tertulis atas dasar pekerjaan otak semata. Kehebatan pekerjaan otak ditentukan oleh kemampuan otak penulis itu sendiri, yang berarti meliputi pendidikan formal dan pengalaman, daya tangkap, daya ingat, daya himpun, daya analisa, daya susun dan gaya bahasanya.
Dari kata Acta Diurna inilah secara harfiah kata Jurnalistik berasal, yakni kata Diurnal dalam Bahasa Latin berarti harian atau setiap hari. Diadopsi ke dalam Bahasa Prancis menjadi Du Jour dan bahasa Inggris Journal yang berarti hari, catatan harian, atau laporan. Dan dari kata Diurnarii muncul kata Diurnalis dan Journalist (wartawan).
Fotografi dengan sifatnya yang memiliki kemampuan menangkap dan merekam sesuatu secara tepat serta obyektif, muncul sebagai potensi kuat dalam bidang Jurnalistik, dan membuatnya cocok dijadikan alternative untuk melengkapi penyajian peristiwa yang mengandung unsur berita.
B. Masalah
Adakah hubungan Fotografi dengan Jurnalistik ?
C. Kerangka Teori
I. Fotografi
I.1 Pengertian Fotografi
Fotografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Photos yang berarti cahaya dan grafo yang berarti melukis/menulis. Fotografi adalah pembuatan gambar dengan menggunakan lensa dan film atau pelat peka cahaya. Istilah fotografi pertama kali digunakan oleh Sir John Herschel pada tahun 1839. Dalam kamus bahasa Indonesia pengertian fotografi adalah seni atau proses penghasilan gambar dan cahaya pada film. Pendek kata, penjabaran dari fotografi itu tak lain berarti “menulis atau melukis dengan cahaya”. Tentunya hal tersebut berasal dari arti kata fotografi itu sendiri yaitu berasal dari bahasa Yunani, photos (cahaya) dan graphos yang berarti melukis/menulis.
Bila dalam seni lukis yang dipakai gambar dengan menggunakan media warna (cat), kuas dan kanvas. Sedangkan dalam fotografi menggunakan cahaya yang dihasilkan lewat kamera. Tanpa adanya cahaya yang masuk dan terekam di dalam kamera, sebuah karya seni fotografi tidak akan tercipta.
I.2 Tujuan Fotografi
Fotografi memiliki tujuan, beberapa tujuan antara lain:
Penerangan, tujuannya adalah untuk mendidik atau memungkinkan untuk mengambil keputusan yang benar, seperti pemotretan untuk dokumen, pembuatan media pembelajaran, gambar-gambar untuk fasilitas pembelajaran dan foto yang berhubungan dengan pendidikan dan proses belajar mengajar.
Informasi, tujuannya tertentu. Gambar pada perdagangan dan periklanan serta propaganda politik merupakan salah satu tujuan fotografi. Sasarannya adalah konsumen yang memanfaatkan barang yang dipasarkan, serta masyarakat yang haus akan informasi dunia.
Penemuan, dalam banyak bidang dapat menciptakan berbagai macam teknik, maka dapat dipergunakan sebagai objek eksplorasi dalam berbagai riset. Seperti pemotretan jarak dekat, sudut lebar, landscape, kecepatan tinggi dan lain sebagainya.
Pencatatan, pemotretan memungkinkan adanya alat yang paling sederhana dan paling murah untuk pengabdian kenyataan dalam bentuk gambar. Maksud dari kalimat tersebut adalah, pemotretan merupakan sebuah media yang memfasilitasi pencatatan/ pendokumentasian setiap moment yang paling berharga dan menceritakan kembali dimasa-masa yang akan datang.
I.3 Jenis-jenis Fotografi
Photo Journalism, Photojournalism membutuhkan fotografer untuk menembak hanya fakta, tidak ada perubahan atau manipulasi pada foto. Gambar Photojournalism sering melibatkan pemirsa dengan berita. Misi dasar Photojournalism adalah mengambil gambar untuk menemani berita (apakah itu disiarkan atau diterbitkan di koran).
Documentary Photography, perbedaan utama antara foto jurnalistik dan fotografi dokumenter adalah bahwa fotografi dokumenter dimaksudkan untuk melayani sebagai dokumen sejarah era politik atau social.
Aerial Photography, atau fotografi udara biasa digunakan untuk keperluan pemetaan, survei, penggukuran tata ruang dan pertanian, atau untuk tujuan militer. Fotografer udara menggunakan pesawat, ultralights, parasut, balon dan pesawat remote control untuk mengambil gambar dari udara.
Advertising Photography, karena fotografi memainkan peran penting dalam periklanan, fotografer profesional banyak mengabdikan karier mereka untuk fotografi iklan. Kebutuhan untuk menyalin iklan unik dan eye-catching berarti fotografer dapat bekerja dengan beberapa jenis fotografi, termasuk macro photography dan fotografi glamor.
II. Jurnalistik
II.1 Pengertian Jurnalistik
Secara teknis, jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, meyajikan, dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dan secepat-cepatnya. Adapun beberapa pandangan tentang Pengertian Jurnalistik :
Etimologis, kata jurnalistik berasal dari bahasa Perancis yaitu” journ” yang berarti catatan atau laporan harian. Secara singkat, jurnalistik berarti kegiatan berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari.
Kamus, menurut kamus. Jurnalistik berarti kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis untuk surat kabar, majalah, atau berkala lainnya.
Ensiklopedi Indonesia, menurut Ensiklopedi Indonesia. Jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari secara berkala, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada.
Sedangkan pengertian jurnalistik menurut para ahli, diantaranya :
Kris Budiman, jurnalistik (journalistiek) bisa dibatasi secara singkat sebagai kegiatan penyiapan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media tertentu. Jurnalistik mencakup kegiatan dari peliputan sampai kepada penyebarannya kepada masyarakat Berdasarkan media yang digunakan meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik (electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik secara tersambung (online journalism).
Djen Amar, jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan berita kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya.
F. Fraser Bond, dalam An Introduction to journalism menulis jurnalistik adalah segala bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai berita sampai pada kelompok pemerhati.
Roland E. Wolseley, dalam Understanding Magazines menyebutkan jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemprosesan, dan penyebaran informasi umum pendapat pemerhati, hiburan umum secara sistematik dan dapat dipercaya untu diterbitkan pada surat kabar dan disiarkan di stasiun siaran.
II.2 Tujuan JurnaliStik
Memberikan Informasi kepada Masyarakat, agar warga dapat mengatur diri sendiri. Media massa sangat membantu kita dengan cara menyuguhkan berita-berita yang terjadi di lingkungan, sehingga masyarakat dapat mengenali permasalahan di sekelilingnya yang mungkin saja terlewat dari keseharian atau tidak disadari. Dengan adanya pemberitaan tersebut kebenaran berita menjadi dasar dari tindakan-tindakan yang diambil oleh masyarakat.
Membangun Masyarakat, berita yang menyuarakan kondisi kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan dan terlupakan dapat mendorong kelompok-kelompok masyarakat yang lain untuk membantu keluar dari permasalahan yang dialami. Dalam skala yang lebih besar dapat mendorong negara untuk membuat kebijakan yang pro rakyat.
Memenuhi Hak-hak Warga Negara, Hak-hak ini bisa berarti mendapatkan informasi yang benar dan akurat. Media massa adalah alat yang efektif untuk menyuarakan hak rakyat. Baik melalui berita yang ditulis oleh wartawan, maupun melalui opini dan surat pembaca yang ditulis dalam media massa.
Tolak Ukur Demokrasi Sebuah Masyarakat, semakin demokratis sebuah masyarakat, maka semakin kuat pula posisi media massa. Begitu pula sebaliknya. Dalam masyarakat yang demokratis, masayarakat bebas menyuarakan pendapatnya dan menuntut hak-haknya melalui media massa. Hal ini tentu tak akan terjadi dalam masyarakat yang dipimpin oleh penguasa otoriter. Dalam masyarakat otoriter media massa hanya sekadar corong bagi kekuasaan.
II.3 Jenis-jenis Berita Jurnalistik
Straight News, berita langsung. Apa adanya, ditulis secara singkat dan lugas. Sebagian besar halaman depan surat kabar (headline news) berisi berita jenis ini. Demikian pula berita radio, televisi, dan media online sebagian berupa besar berita jenis ini.
Hard News, yakni berita yang memiliki nilai lebih dari segi aktualitas dan kepentingan atau amat penting segera diketahui pembaca. Ada juga yang mengartikan Hard News dengan berita-berita "serius" menegangkan, misalnya berita teroris, kerusuhan, dan sejenisnya.
Soft News, berita ringan. Nilai beritanya (new values) di bawah Hard News, tidak sepenting Straight News. Bisa pula diartikan sebagai berita yang "tidak menegangkan", misalnya berita kelahiran anak harimau di kebun binatang.
Investigative News, berita Investigasi. Berita yang disusun dan diolah berdasarkan penyelidikan. Wartawan meliput sebuah peristwa layaknya "intelijen". Butuh waktu, butuh keberanian juga, bahkan kadang-kadang harus menyamar layaknya intel.
Opinion News, berita yang berisi pendapat ahli, pengamat, dan narasumber tentang suatu peristiwa atau masalah. Bisa juga berupa berita yang berisi pemikiran atau "isi pidato" seorang pejabat atau pengamat di sebuah acara, seminar misalnya. Wartawan mencatat poin penting, intisari, atau "isi omongan" yang sekiranya penting dan menarik untuk diketahui publik.
D. Kerangka Berfikir
Berbicara Fotografi dan Jurnalistik, pada dasarnya berbicara masalah pemberitaan, namun penekanan disini mengacu pada teknik visualisasinya. Bagaimana sebuah gambar bisa memvisualisasikan suatu peristiwa kejadian di masyarakat sehingga pembaca atau penikmat dapat merasakan getaran yang ada di dalam gambar ketika di lihatnya.
E. Hipotesis
Ada hubungan antara fotografi dan jurnalistik, dimana adanya perpaduan antara kata dan gambar.
DAFTAR PUSTAKA
Ishwara, Luwi. 2005. "Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar". Jakarta: Kompas.
Putra, R. Masri Sareb. 2006. "Teknik Menulis Berita dan Feature". Jakarta: Indeks
Sumadiria. Laris.2005. Jurnalistik Indonesia. Bandung: Simbiosa Pekatama Media.
http://www.gussuta.com/photography/keunggulan-sistem-fotografi-digital.html
http://kelasfotografi.wordpress.com/2013/08/25/pengertian-dan-sejarah-singkat-fotografi/
Comments
Post a Comment